Perbedaan Antara Sedih dan Depresi

Perbedaan Antara Sedih dan Depresi

Kesedihan adalah emosi manusia yang dirasakan setiap individu pada saat-saat tertentu selama hidupnya, tak terkecuali anak remaja. Merasa sedih adalah reaksi alami terhadap situasi yang menyebabkan gangguan emosional atau rasa sakit.

Banyak orang yang menganggap depresi sama saja dengan sedih biasa sehingga dengan mudah meremehkan depresi. Padahal depresi dan sedih biasa adalah dua hal yang berbeda.

Gejala depresi juga mengalami rasa sedih dan muram, namun lebih berat dibandingkan dengan depresi. Orang yang tidak menderita depresi, ketika merasa sedih, keadaannya akan kembali ke kondisi normal setelah beberapa waktu.

Depresi merupakan gangguan mental yang serius dan bisa menyerang siapa saja, namun depresi bukan merupakan kelemahan kepribadian. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan depresi dan rasa sedih biasa, simak penjelasan di bawah ini.

Gejala depresi yang lebih berat dibandingkan rasa sedih

Memang depresi juga mengalami rasa sedih, bedanya gejala yang dialami lebih berat. Berikut ini gejala yang mutlak muncul sebelum seseorang didiagnosis dengan depresi:

  • kehilangan motivasi,
  • sulit berpikir positif,
  • perasaan sedih mendalam dan konstan,
  • gangguan konsenstrasi,
  • pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri,
  • tidak nafsu makan atau maunya makan melulu,
  • berat badan naik atau turun,
  • penurunan libido,
  • tidak bisa tidur,
  • merasa bersalah,
  • ide untuk bunuh diri sampai percobaan bunuh diri.
See also  Ketahui 5 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat Secara Alami di Sini

Dampak pada Kualitas Hidup

Seseorang biasanya merasa sedih hanya untuk sementara dan akan menghilang setelah beberapa waktu. Namun, jika kamu mengidap depresi, hal ini dapat terjadi dalam waktu yang lama jika tidak mendapatkan penanganan. Pengidap depresi juga kerap merasa tidak memiliki motivasi dan selalu dibaluti rasa sedih. Hal tersebut bahkan dapat memengaruhi aktivitas harian hingga produktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan, bahkan semua hal di dalam hidup.

Depresi adalah penyakit serius, sama seperti penyakit fisik

Depresi bukanlah penyakit yang diada-adakan dan “hanya” di pikiran saja. Berbagai riset di bidang neurosains telah menunjukkan bahwa depresi itu sama nyatanya dengan penyakit fisik. Gangguan mental ini juga bisa dibuktikan seperti penyakit fisik lainnya, misalnya patah kaki yang bisa dibuktikan dengan rontgen.

Kesedihan itu singkat, sedangkan depresi bertahan lebih lama

Kesedihan adalah emosi manusia yang normal yang akan dialami setiap individu ketika merasa stres atau sedih. Emosi adalah pengalaman sadar sesaat, yang memudar seiring waktu.

Jika suatu emosi berlanjut selama fase dalam kehidupan, itu bisa bertahan selama beberapa jam sebelum berkurang, setidaknya sedikit. Bahkan selama masa sedih, aktivitas seseorang bisa membuatnya kembali baik-baik saja.

Ia dapat tertawa, menikmati lagu favorit, atau bertemu dengan seorang temannya. Inilah yang membuat kesedihan seseorang memudar seiring waktu.

Namun, depresi berlangsung lebih lama, bahkan berlangsung hampir sepanjang hari anak, setidaknya selama dua minggu. Semua gejala yang anak alami tampaknya konstan, meskipun mungkin lebih buruk di pagi hari.

Kesedihan adalah reaksi spesifik, sedangkan depresi adalah keadaan umum yang abnormal

Kesedihan biasanya merupakan reaksi terhadap sesuatu, misalnya peristiwa yang menyakitkan. Kesedihan bisa disebabkan oleh pengalaman khusus, sehingga menjadi emosi yang normal dan sehat, walaupun mungkin tidak menyenangkan.

See also  Sakit Maag? Atasi dengan Bahan Rumahan Berikut...

Tapi depresi sering terjadi tanpa alasan yang jelas. Selama depresi, gejala tidak hanya muncul saat memikirkan peristiwa atau orang tertentu. Ini hadir dalam hampir setiap situasi dan membuat konsentrasi anak menjadi lebih rendah.

Seseorang bisa  memiliki pandangan negatif tentang masa depan, ia mungkin merasa bersalah secara tidak wajar atau menderita perasaan tak berdaya karena di luar kendali.

Ketika seseorang kehilangan orang yang dicintai menyebabkan respons berduka yang parah yang melampaui apa yang disebut kesedihan. Sulit untuk membedakan dari depresi, karena gejala seperti kehilangan nafsu makan dan masalah tidur dapat menjadi bagian dari kesedihan.

Namun umumnya, individu yang berduka cenderung menerima bantuan dan dukungan, sedangkan orang dengan depresi menarik diri dan mengasingkan diri. Selain itu, depresi dapat menyebabkan seseorang mengalami perasaan bersalah atau penurunan harga diri, sedangkan individu yang sedih atau berduka biasanya tidak.

Cara mengukur dan membuktikan adanya depresi

Ada 3 hal yang bisa diukur untuk membuktikan adanya depresi pada diri seseorang: aktivitas otak, ketidakseimbangan senyawa kimia di otak, volume hippocampus yang berkurang. Ketiga hal tersebut yang mendasari bahwa stres kronis pada orang depresi dapat berdampak buruk hingga mengubah struktur otak seseorang. Pengukuran hanya bisa dilakukan oleh ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.