Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Kebiasaan Buruk Penyebab Mata Minus

Mata minus merupakan gangguan mata yang dikenal juga dengan miopi atau rabun jauh. Gangguan mata ini dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari.
Hindari kebiasaan buruk penyebab mata minus untuk menjaga mata tetap sehat dan menghindari penggunaan kacamata. Orang dengan mata minus mengalami kesulitan melihat objek yang jauh, tetapi bisa melihat objek yang dekat.

Berdasarkan data AOA, 40 persen orang mengalami miopi. Jumlah ini terus meningkat dari waktu ke waktu terutama di kalangan anak-anak. Satu dari empat orang tua memiliki anak dengan mata minus.

Mata minus atau miopia adalah gangguan penglihatan paling umum pada orang di bawah usia 40 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensinya tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan. Miopia berasal dari bahasa Yunani “muopia” yang memiliki arti menutup mata. Miopia merupakan manifestasi kabur bila melihat jauh, istilah populernya adalah “nearsightedness”, menurut American Optometric Association.

Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan refraksi dimana berkas sinar sejajar yang memasuki mata tanpa akomodasi, jatuh pada fokus yang berada di depan retina. Dalam keadaan ini objek yang jauh tidak dapat dilihat secara teliti karena sinar yang datang saling bersilangan pada badan kaca, ketika sinar tersebut sampai diretina sinarsinar ini menjadi divergen, membentuk lingkaran yang difus dengan akibat bayangan yang kabur.

Para ahli belum mengetahui secara pasti mengapa seseorang bisa punya sepasang mata minus, tapi berbagai faktor dan kebiasaan ini mungkin meningkatkan risiko Anda:

See also  Manfaat Pisang Rebus, tak Hanya Baik untuk Pencernaan

1. Faktor keturunan

Penyebab mata minus yang mungkin tidak Anda sadari adalah faktor keturunan. Apakah orangtua Anda ada yang memiliki mata minus? Jika iya, mungkin gangguan mata yang satu ini bisa menurun ke Anda. Apalagi jika kedua orangtua Anda memiliki mata minus, maka risiko Anda pun semakin meningkat.

2. Kebiasaan membaca dan main gadget

Sadarkah Anda bahwa kebiasaan membaca dan bermain gadget di tempat gelap dan menatapnya terlalu dekat bisa membuat penglihatan lama-lama menjadi buram. Ini adalah salah satu penyebab mata minus yang paling umum.

Setelah mengetahui berbagai penyebab mata minus, mulai sekarang usahakan untuk menghindari berbagai faktor risikonya. Jaga dan sayangi mata Anda agar tidak menyesal di kemudian hari.

3. Jarang melakukan aktivitas di luar ruangan

Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa penyebab rabun jauh juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan jarang melakukan aktivitas di luar ruangan. Pasalnya, tingkat cahaya di dalam dan luar ruangan berbeda sehingga berpengaruh pada kesehatan mata Anda.

Pencahayaan dalam ruangan umumnya lebih gelap dan terbatas daripada pancaran sinar alami di luar sana. Hal ini kemudian membuat mata lama-lama lelah dan menurun kemampuannya untuk menangkap cahaya.

Oleh karena itu, jika keadaan mengharuskan Anda berkegiatan di dalam ruangan, usahakan atur pencahayaan ruangan sebaik mungkin agar tidak merusak mata.

Apakah mata minus bisa dicegah?

Meskipun penyebab mata minus yang paling utama belum bisa diketahu secara pasti, Anda tetap bisa menurunkan risikonya. Beberapa hal yang dapat menurunkan risiko rabun jauh seperti:

  • Tidak membaca, menulis, dan melihat dalam jarak pandangan yang sangat dekat.
  • Sering-sering beraktivitas di luar ruangan.
  • Jika mata lelah, istirahatkan dulu mata Anda, jangan dipaksakan.
  • Hindari membaca dan menulis di tempat yang gelap atau kurang cahaya.
See also  Ragam Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Biasanya, mata minus mulai terjadi ketika masa anak-anak dan berhenti saat masa remaja. Namun, tidak semuanya terjadi demikian. Tak jarang juga gangguan penglihatan, seperti mata minus bertahan hingga dewasa.

Apabila Anda mulai merasa mengalami gejala atau tanda tanda minus, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Tanda Anda mengalami rabun jauh tak hanya ditunjukkan dari tidak bisa melihat objek yang jauh dengan jelas saja, tapi biasanya muncul juga gejala seperti:

  • Sering sakit kepala dan pusing
  • Mata cepat lelah
  • Mata terasa tegang

Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk menjalani visus mata. Pengobatan untuk mengatasai mata minus yang paling umum dilakukan adalah dengan memakai lensa kontak atau kacamata dengan lensa minus.

Anda juga bisa memilih melakukan lasik mata yaitu prosedur operasi dengan laser untuk memperbaiki kemampuan penglihatan sehingga bisa menurunkan minus mata.

Setelah mengetahui berbagai penyebab rabun jauh atau miopi, mulai sekarang usahakan untuk menghindari berbagai faktor risikonya. Jaga dan sayangi mata Anda agar tidak menyesal di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.