Retinopati Hipertensi – Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Retinopati Hipertensi – Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Menurut Joint National Committee VII (JNC VII), salah satu dari tujuan dari evaluasi hipertensi adalah mengetahui adanya kerusakan organ target. Retinopati tercantum sebagai salah satu dari kerusakan organ target yang mungkin timbul sebagai akibat dari hipertensi. European Society of Cardiology (ESC) dan European Society of Hypertension (ESH) dalam Guidelines for The Management of Arterial Hypertension tahun 2007 merekomendasikan untuk menanyakan kemungkinan adanya retinopati melalui anamnesis, sedangkan pemeriksaan funduskopi direkomendasikan hanya pada hipertensi yang berat.

Pemeriksaan secara khusus diperlukan untuk mengetahui gejala retinopati hipertensi secara pasti. Dokter retina akan menjalankan pemeriksaan fisik dan tindakan fundoskopi.

Tanda retinopati hipertensi dalam pemeriksaan antara lain arteri yang menyempit dan berliku, perdarahan retina, eksudasi, terdapat bintik kapas (cotton wool spots), edema makula, dan papiledema (pembengkakan saraf optik).

1. Penyebabnya

Tekanan darah tinggi menjadi penyebab retinopati hipertensi yang paling utama. Penyakit yang juga sering disebut hipertensi ini adalah masalah kronis yang terjadi ketika tekanan darah dalam arteri terlalu tinggi.

Seseorang didiagnosis mengalami hipertensi jika peningkatan tekanan darah sistoliknya lebih dari 140 mmHg dan diastoliknya lebih dari 90 mmHg. Pengukuran dilakukan dua kali dengan jarak waktu lima menit dalam kondisi cukup istirahat.

Menurut data angka prevalensi hipertensi penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas adalah 34,1 persen. Adapun prevalensi Riskesdas 2013 sebesar 25,8 persen. Artinya, ada peningkatan jumlah penderita sebanyak 8,3 persen.

Pembuluh darah yang menyempit akibat tekanan darah tinggi dinyatakan sebagai penyebab retinopati hipertensi. Asupan darah yang kurang karena sempitnya pembuluh membuat retina tak bekerja sebagaimana mestinya.

See also  Cara Memancing Kontraksi Agar Cepat Melahirkan

Pelan-pelan, retina mulai kehilangan kemampuannya dalam membentuk penglihatan dan pada akhirnya menyebabkan kebutaan. Selain hipertensi, kolesterol tinggi berkontribusi terhadap munculnya retinopati ini karena tersumbatnya pembuluh darah.

Tekanan darah dan kolesterol tinggi antara lain disebabkan oleh:
– Kelebihan berat badan (obesitas)
– Kurangnya aktivitas fisik
– Konsumsi garam terlalu banyak
– Gaya hidup penuh stres

2. Tanda dan gejala

Gejala retinopati hipertensi kerap tak terasa karena tak spesifik sebagai tanda terkena gangguan tersebut. Gejala itu meliputi kepala pening, mata terasa nyeri, dan penglihatan buram.

Pemeriksaan secara khusus diperlukan untuk mengetahui gejala retinopati hipertensi secara pasti. Penderita akan menjalankan pemeriksaan fisik dan tindakan fundoskopi.

Tanda retinopati hipertensi dalam pemeriksaan antara lain arteri yang menyempit dan berliku, perdarahan retina, eksudasi, terdapat bintik kapas (cotton wool spots), edema makula, dan papiledema (pembengkakan saraf optik).

Tekanan darah tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala tertentu. Sama halnya dengan tekanan darah tinggi, retinopati hipertensi pun umumnya tidak menimbulkan gejala, kecuali kondisi yang Anda alami sudah parah. Tanda dan gejala yang mungkin timbul antara lain:

  • Penurunan penglihatan.
  • Mata bengkak.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan ganda.

Selain yang disebutkan di atas, hipertensi juga bisa menyebabkan kebutaan jika sudah semakin parah. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Penanganannya – Dengan Terapi Obat

Tekanan darah bisa diturunkan dengan bantuan obat-obatan. Dokter sering meresepkan obat diuretik yang berfungsi membuang kandungan garam berlebih dalam tubuh lewat urine. Obat lainnya adalah penghambat-beta atau beta-blocker. Misalnya  atenolol, esmolol, betaxolol, biosprolol, dan metoprolol. Ada pula obat angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. Obat ini bekerja menurunkan tekanan darah dengan cara melemaskan pembuluh darah sehingga mencegah penyempitan.

See also  Jangan Khawatir Saat Bayi Cegukan, Ini Cara Mengatasinya

Retinopati hipertensi menimbulkan komplikasi pada retina yang bisa menurunkan kualitas hidup. Dalam jangka waktu tertentu, bisa terjadi kebutaan terutama akibat arteriosklerosis. Arteriosklerosis adalah kondisi menyempit dan mengerasnya pembuluh darah. Bila kondisi ini terjadi pada pembuluh darah di sekitar retina, mata tak akan bisa lagi melihat dan belum ada pengobatannya.

Konsultasi dengan dokter menjadi salah satu jalan terbaik untuk mencegah terkena retinopati hipertensi. Di samping mendapat pemeriksaan, pasien bisa memperoleh nasihat medis dari profesional sebagai langkah pencegahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.